sekarang kau meninggalkan sebuah jejak yang berarti dalam bingkai kehidupan ini. lukisan maupun ukiran terlalu indah untuk kugambarkan semua itu. bahkan aku ragu apa aku bisa menggambarkannya persis dengan apa yang kau lakukan.
lukisan itu memang indah, namun lukisan abstrak? lukisan membuatku sangat tak berarti. ukiran itu juga indah, namun itu terlalu dalam dan membuatku menjerit kesakitan. langkah kakimu terdengar oleh gendang telingaku dan membuat seluruh peredaran darahku membeku dan terhenti. begitu mudahnya kau meninggalkan semua ini.
hanya karena sebuah keegoisan membuatmu jauh dariku, dan membuat semuanya terasa tak berjalan. waktupun mengikuti arus kehidupan kita. waktu terus berjalan, namun tak semaraton seperti dulu disaat kau ada disini, di tempat ini.
aku hanya ingin bertanya kenapa. namun, terlambat. mulutmu telah dioperasi oleh jarum-jarum jahitan. tak ada gunanya lagi. mungkin hanya penyesalan yang tersisa. entah itu penyesalan dariku atau mungkin itu akan penyesalanmu nantinya.
ingatlah, bagaimana pun jarum itu kau suntikan kepadaku rasanya memang ada, sakit. namun, itu takkan lama bukan? suntikan itu hanya sementara sakitnya. begitupun aku. aku tak mungkin bisa memendam rasa sakit hati ini terlalu lama.
entah dari pihak mana yang sakit hatinya, yang pastinya aku merasakan itu. aku merasakan sakit yang teramat dalam ketika mata tubuhku sendiri yang menjadi saksi perginya kau dari hidupku. ini bukan cerita tentang dongeng, ini sebuah takdir yang harus kuterima.
hanya satu harapanku, kau sedikit menengok ke belakang, akan kau temukan sosokku yang sedang berlari mengejarmu dalam bayangmu.


Posting Komentar