fadhilah
malam ini, jari-jariku seketika lumpuh karena melihatmu ada di daftar obrolan. 10 jari tak tahu harus bagaimana, menyapamu? menanyakan kabarmu? atau malah aku harus sok kenal sok dekat kepadamu? tapi semuanya tak bisa kulakukan karena aku takut kamu tak mau membalas chatku, atau aku takut kamu langsung offline ketika aku menyapamu. :(

tapi, apa daya, obsesiku terlalu merajalela dalam organ-organ tubuhku, tak bisa ku kendalikan. aku langsung memulai obrolan denganmu. dan seperti biasa "SIAPA AKU?"  aku bukan siapa-siapa yang pantas dibalas obrolannya. kamu tidak membalasnya tapi tetap online. seperti terjun bebas dari gedung pencakar langit, sangat sakit bukan?

ini salahku kan? aku sudah tahu tidak mungkin dibalas, tapi tetap saja aku mulai kegilaanku ini.
mau keluar dari ketergantungan sosokmu, lari ke antartika hingga tak ada kamu lagi, hingga aku tak bisa menghubungimu lagi.

aliran darahku tetap  mengalir, detak jantungku tetap berdetak, denyut nadiku tetap berdenyut , tapi kenapa diriku seperti hilang? sekarang bukan aku lagi yang bisa mengendalikan diriku, tapi sekarang hanya perasaan yang menggerogoti semua bagian tubuhku.

terus sekarang saya harus bagaimana? saya harus terus kecanduan melihat fotomu yang terpampang di semua barang-barangku.?
kamu tidak pernah menganggapku ada, kamu juga tak mau tahu siapa aku. tapi kenapa aku tetap terobsesi denganmu? perasaanku terlalu hiperbola menganggap semua ini.

HARUSKAH KULANJUTKAN OBSESI KEGILAANKU INI (KARENAMU) ?

aku hanya menyiksa batinku sendiri jika terus menerus kulanjutkan semua ini. aku mau berhenti, berhenti menjadi pengagummu, berhenti dari semuanya :( aku mau tak ada lagi kamu. dari dulu aku mau semua itu, tapi kenapa sampai sekarang aku tidak bisa?
0 Responses

Posting Komentar